Pages

Sabtu, 20 April 2019

Persamaan dan Perbedaan dari Business Relationship Management dan Service Level Management



Pada tulisan ini akan membahas tentang perbedaan dan persamaan dari BRM(Businness Relationship Management) dan SLM(Service Level Management), namun sebelum itu akan dibahas terlebih dahulu pengertian dari BRM(Businness Relationship Management) dan SLM(Service Level Management).

APA ITU BRM(Businness Relationship Management) ?

Businness Relationship Management atau  Manajemen hubungan bisnis adalah proses yang memungkinkan manajer hubungan bisnis untuk menyediakan link antara penyedia layanan dan pelanggan pada tingkat strategis dan taktis.
Pelanggan dan penyedia akan memiliki kepentingan bersama dalam memastikan bahwa pelanggan memahami nilai dari layanan yang ditawarkan dan memiliki harapan yang realistis dari mereka.
Agar hubungan seperti itu dapat bekerja dengan baik maka harus ada kepercayaan, keterbukaan dan kejujuran di kedua sisi, dan pada kali ini akan memerlukan penyedia layanan untuk terbuka dan jujur tentang pelanggan, misalnya dalam kaitannya dengan kewajiban terhadap pelanggan yang gagal terpenuhi.

APA ITU SLM(Service Level Management)?

Service Level Management merupakan proses mendefinisikan, menyampaikan, memastikan dan mengevaluasi target kualitas masing-masing layanan teknologi informasi yang ada di dalam perusahaan. Dengan adanya aktivitas monitoring terhadap hal ini, maka kebutuhan bisnis dapat tercapai dengan baik dan jauh dari potensi gangguan yang dapat terjadi.

Persamaan dan Perbedaan diantara keduanya

Persamaan

  1. Kedua proses mementingkan hubungan jangka panjang dengan pelanggan dan memastikan bahwa pelanggan senang dengan apa yang disampaikan

Perbedaan

  1. BRM berada pada prinsip strategi service sedangkan SLM berada pada Service Design
  2. Fokus BRM pada desain dan penyediaan layanan yang menambah nilai nyata bagi pelanggan dengan biaya yang wajar baik dalam hubungan dengan nilai layanan delivery maupun biaya layanan serupa dari pesaing.
  3. Fokus dari SLM adalah pada menjalin perjanjian dengan pelanggan pada tingkat layanan yang akan dikirimkan untuk layanan tertentu dan, dengan memastikan tingkat layanan ini terpenuhi, pada pencapaian tingkat kepuasan pelanggan yang dapat diterima.





Sumber:



Jumat, 19 April 2019

Audit Tata Kelola Teknologi Informasi Berdasarkan COBIT pada PT Kereta Api Indonesia



Pada tulisan ini akan membahas tentang Audit layanan TI dengan sistem COBIT pada PT Kereta Api Indonesia(persero) namun sebelum itu, berikut penjelasan mengenai COBIT.

Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT) adalah sebuah framework yang berfokus pada tata kelola teknologi informasi dan di buat oleh ISACA, sebuah badan internasional yang berfokus pada tata kelola teknologi informasi dan merupakan afiliasi dari IFAC (International Federation of Accountants). COBIT berguna sebagai sebuah alat yang dapat membantu manajer dalam mengelola celah antara persyaratan kontrol, masalah teknikal dan risiko bisnis. 

COBIT memberikan panduan yang jelas mengenai praktik dan kebijakan yang baik dalam seluruh domain dan kerangka proses serta menyajikan aktivitas dalam bentuk yang terstruktur dan terarah. COBIT lebih fokus terhadap kontrol bukan kepada eksekusi. Hal ini akan membantu optimisasi dari investasi teknologi informasi, memastikan penyampaian servis dan menyajikan sebuah pengukuran untuk dapat menilai apakah segala implementasi teknologi informasi berjalan sesuai harapan atau tidak.  

COBIT mendefinisikan aktivitas ke dalam model proses yang dibagi ke dalam 4 domain yang dibagi berdasarkan tanggung jawab perencanaan, pembuatan, pelaksanan dan pengukuran, keempat domain ini adalah: 
  1. Perencanaan dan Pengorganisasian (Plan and Organise) Domain ini meliputi strategi dan taktik serta memperhatikan identifikasi cara agar teknologi informasi dapat memberikan kontribusi sebaik-baiknya terhadap pencapaian tujuan bisnis.
  2. Pengadaan dan implementasi (Acquire and Implement) Untuk dapat merealisasikan strategi TI, solusi TI harus dapat diidentifikasi, dikembangkan atau didapatkan serta harus diimplementasikan dan diintegrasikan ke dalam proses bisnis. Selain itu, pemeliharaan dari sistem yang sudah ada juga termasuk kedalam domain ini untuk memastikan bahwa solusi yang ada terus memenuhi tujuan bisnis.
  3. Penyampaian Layanan dan Dukungan (Deliver and Support) Domain ini memperhatikan penyampaian sesungguhnya dari layanan yang diperlukan dan mencakup mencakup penyediaan layanan, manajemen keamanan dan kelangsungan, dukungan layanan pada pengguna, manajemen data dan fasilitas operasional. 
  4. Monitor dan Evaluasi (Monitor and Evaluate) Domain ini berfokus pada penilaian dari seluruh proses TI berdasarkan dari kualitas dan kepatuhan terhadap persyaratan kontrol. Domain ini membahas masalah performa, pengawasan internal kontrol, kepatuhan peraturan dan tata kelola 


AUDIT COBIT PADA PT KERETA API INDONESIA


PT Kereta Api Indonesia (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang jasa pengangkutan kereta api. Pelayanan yang diberikan oleh PT KAI meliputi jasa angkutan penumpang dan barang serta jasa non-angkutan berupa penyewaan asset seperti hotel dan bangunan.  PT KAI dimiliki seluruhnya oleh pemerintah.

PT KAI mulai fokus mengembangkan sistem teknologi informasi perusahaan pada tahun 2010, PT KAI melakukan transformasi secara besar-besaran di bidang TI dan dituangkan dalam master plan pengembangan TI 2011-2015. Pada tahun 2011 PT. Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) meluncurkan sebuah aplikasi yang bisa memonitoring seluruh jaringan dan infrastruktur IT milik PT. KAI yang terintegrasi dengan Network Operation Center (NOC). Aplikasi yang diberi nama MONALISA yang dapat melihat secara langsung dan komprehensif seluruh jaringan dan infrastruktur yang berada di Daerah Operasi (Daop) dan Divisi Regional (Divre) serta Kantor Pusat PT. KAI. Sehingga jika terdapat gangguan, NOC bisa dengan segera dilakukan perbaikan. Dalam aplikasi ini, bisa semakin mudah untuk melihat sejauh mana penggunaan berbagai infrastruktur jaringan IT, yang sebelumnya pemeriksaan dilakukan secara manual. Monalisa sendiri merupakan singkatan dari “Monitoring Aplikasi Infrastuktur dan Service Level Agreement (SLA).

Penelitian ini akan mendeskripsikan penerapan tata kelola teknologi informasi pada PT KAI menggunakan pendekatan studi kasus yang bersifat evaluatif.

Hasil dari penelitian ini diperoleh dari naskah ringkas skripsi Suryawan Sudibyo, Machmudin Eka Prasetya Program Studi S1 Akuntansi Reguler Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

1. Perencanaan dan Pengorganisasian (Plan and Organise) 

Pada IT proses PO1 Define a strategic IT plan menghasilkan analisa PT KAI sudah terdapat IT Master Plan yang berisikan tentang rencana kerja dan investasi strategis pengembangan TI untuk jangka panjang selama 5 tahun dan untuk jangka pendek dibuat untuk kurun waktu kurang dari 1 tahun.

PO2 Define the information architecture
PT KAI belum terdapat model arsitektur informasi terstandard yang digunakan.

PO3 Determine technological direction
Manajemen PT KAI telah merancang arah pengembangan teknologi perusahaan. Hal ini ditandai dengan rencana penambahan modul ERP perusahaan, peningkatan infrastruktur TI perusahaan dan berbagai sertifikasi ISO dalam bidang teknologi informasi.

PO3 Determine technological direction
Manajemen PT KAI telah merancang arah pengembangan teknologi perusahaan. Hal ini ditandai dengan rencana penambahan modul ERP perusahaan, peningkatan infrastruktur TI perusahaan dan berbagai sertifikasi ISO dalam bidang teknologi informasi.

PO4 Define the IT processes, organisation and relationships
PT KAI telah memiliki pembagian tugas yang jelas pada divisi TI hal ini di tuangkan dalam tugas pokok inti divisi TI. Selain itu keamanan informasi sudah dilakukan dengan melakukan encryption serta cryptographic pada informasi perusahaan.

PO5 Manage the IT investment
Pada PT KAI manajemen telah menentukan prioritas investasi TI yang sesuai dengan budget perusahaan selain itu penetapan budget untuk investasi TI telah dilakukan oleh dewan direksi untuk setiap tahunnya. Perencanaan penggunaan dana investasi TI ini dituangkan dalam  IT Master Plan perusahaan.

PO6 Communicate management aims and direction
Manajemen PT KAI telah secara aktif mengomunikasikan penerapan TI antara dewan direksi dan divisi TI. Hal ini dilakukan melalui rapat koordinasi dan evaluasi yang rutin dilakukan baik
secara horizontal maupun vertical.

PO7 Manage IT human resources
Pada PT KAI terdapat pendekatan strategis untuk merekrut dan mengelola IT personnel. Rencana training resmi telah ditetapkan untuk SDM TI. Program rotasi karyawan sudah ditetapkan  dalam  rangka pengembangan skill manajemen dan teknik.

PO8 Manage quality
Pada PT KAI manajemen telah menerapkan ISO 9001 yang mengatur tentang quality management system terhadap berbagai divisi dan sarana pada perusahaan. Hal ini menunjukan bahwa manajemen telah menyadarinya sebuah kebutuhan atas kualitas mutu.

PO9 Assess and manage IT risks
Pada PT KAI, manajemen khususnya divisi TI belum memiliki pengukuran risiko yang terdokumentasi dan formal.

PO10 Manage projects
Pada PT KAI sudah terdapat gambaran dan rencana mengenai pengembangan TI pada perusahaan yang tergambarkan dalam Master Plan IT. Walau begitu dalam manajemen proyek belum terdapat kerangka kerja formal, perusahaan masih menggunakan pendekatan tradisional dalam
menjalankan proyek.

2. Pengadaan dan implementasi (Acquire and Implement)

AI1 Identify automated solutions
Pada PT KAI rencana pembelian atau pembuatan mengenai proyek TI sudah dilakukan tahapan perencanaan oleh business process owner terkait. Rencana ini mencakup mengenai biaya,waktu dan spesifikasi proyek yang diinginkan.

AI2 Acquire and maintain application software
Pada PT KAI saat perusahaan memutuskan untuk membuat atau membeli sebuah aplikasi atau perangkat TI maka persyaratan dan spesifikasi diberikan oleh tim BPO. Spesifikasi dan persyaratan ini akan dikonsultasikan dengan divisi TI dan ditranslasikan kedalam sebuah solusi yang terenacana.

AI3 Acquire and maintain technology infrastructure
PT KAI sudah melakukan perawatan dan perencanaan pemeliharaan infrastruktur secara berkala. Pada datacenter perusahaan setiap minggu sistem akan di switch ke back-up system untuk dirotasi dan memastikan bahwa sistem cadangan bekerja.

AI4 Enable operation and use
Pada PT KAI dalam memastikan penerapan sebuah sistem atau aplikasi baru agar dapat digunakan oleh end- user divisi TI melakukan pelatihan kepada para pengguna.

AI5 Procure IT resources
Pada PT KAI pengadaan kebijakan dan prosedur akuisisi TI telah ditetapkan, didokumentasikan dan dikomunikasikan. Kebijakan dan prosedur akuisisi TI di PT KAI mengacu kepada proses bisnis perusahaan secara keseluruhan. Manajemen TI mengkomunikasikan kebutuhan akuisisi dan manajemen kontrak melalui fungsi TI.

AI6 Manage changes
Pada PT KAI sudah terdapat dokumentasi formal mengenai perubahan yang berkaitan dengan TI yang mencakup prosedur, proses, kebijakan dan sistem. Perubahan sistem yang besar misalnya pada saat penerapan ERP SAP dilakukan sesuai dengan standard sistem terkait yang mencakup persiapan proyek, business blueprint hingga persiapan go live.

AI7 Install and accredit solutions and changes
Hal ini tidak dapat dibahas lebih lanjut karena pada pengujian dan pengetesan sebuah sistem yang mempengaruhi operasi secara besar perusahaan menyerahkana sepenuhnya test environment dan test procedure kepada pihak eksternal dan vendor yang menyediakan jasa pengadaan sistem

3. Penyampaian Layanan dan Dukungan (Deliver and Support) 

DS1 Define and manage service levels
Pada PT KAI untuk berbagai pelayanan TI yang terkait dengan pihak eksternal maupun internal, manajemen menentukan batasan SLA minimum yakni kehandalan (reliability) 99,9% . untuk pihak eksternal manajemen TI melakukan penilaian performa setiap bulan untuk memastikan tingkat operasional memenuhi SLA yang telah .ditentukan

DS2 Manage third-party services
Pada PT KAI untuk pelayanan yang disediakan oleh pihak ketiga seperti RTS,   jaringan   dan   sebagainya sudah memiliki dokumentasi SLA dalam bentuk perjanjian formal. Perjanjian mengenai SLA ini mengatur hal-hal penting seperti kehandalan minimum mengenai layanan, penalty bila target tidak tercapai dan berbagai hal lainnya.

DS3 Manage performance and capacity
Pada PT KAI penentuan kapasitas dan perfoma pada bidang TI sudah diselaraskan dengan peramalan kebutuhan bisnis. Hal ini sesuai dengan manajemen stratejik perusahaan yang disudah mempertimbangkan berbagai asumsi makro dan perkembangan bisnis. Pembuatan IT Master Plan sudah diseleraskan dengan manajemen strategi perusahaan.

DS4 Ensure continuous service
PT KAI sudah memiliki beberapa IT Continuity Plan untuk beberapa infrastruktur vital seperti datacenter yang memiliki 2 offsite back up storage yang terletak di Jakarta dan BSD.

DS5 Ensure systems security
Pada PT KAI perusahaan telah melakukan berbagai langkah pengamanan informasi. Hal ini dapat dilihat dari penerapan  pembatasan akses pengguna yang dibagi menjadi 3 level, penggunaan firewall pada datacenter perusahaan, encryption pada server mail hingga pengadopsian ISO 27001 mengenai standardisasi keamanan informasi sesuai dengan standard internasional

DS6 Identify and allocate costs
Pada PT KAI sudah terdapat ketentuan dan dokumentasi mengenai biaya teknologi informasi, Alokasi biaya TI perusahaan disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan pelaksanaannya harus sesuai dengan yang telah direncanakan.

DS7 Educate and train users
Pada PT KAI manajemen TI telah melakukan pelatihan baik terhadap internal divisi TI dan kepada end-user agar pengoperasian sistem berjalan efektif. PT KAI sudah memiliki dokumentasi dan perencanaan formal mengenai pelatihan dan pendidikan pengguna, selain itu PT KAI juga rutin melakukan sertifikasi bagi personnel TI.

DS8 Manage service desk and incidents
Pada PT KAI sudah terdapat help desk untuk membantu pengguna akhir jika terdapat permasalahan dalam sistem. Sudah terdapat SOP dan dokumentasi lainnya yang membantu dan mengarahkan tugas help desk dalam menghadapi beberapa permasalahan umum.

DS9 Manage the configuration
PT KAI belum memilik manajemen konfigurasi secara  formal  dan terdokumentasi.

DS10 Manage problems
Pada PT KAI permasalahan diidentifikasi apakah terjadi karena kesalahan pengguna atau kesalahan sistem oleh help desk. Apabila kesalahan sistem terjadi terkait dengan aplikasi yang disediakan  eksternal vendor maka penyelesaian masalah menggunakan bantuan vendor.

DS13 Manage operations
Pada PT KAI sudah melakukan beberapa manajemen terkait operasi seperti pengawasan infrastruktur TI, pengukuran kehandalan dan pemenuhan SLA, pembakuan dan dokumentasi SOP terkait operasi serta perawatan terhadap infrastruktur.

4. Monitor dan Evaluasi (Monitor and Evaluate)

ME1 Monitor and Evaluate IT performance
Pada PT KAI sudah melakukan pengawasan dan pengukuran kinerja untuk beberapa pelayanan TI. Tingkat SLA berbagai infrastruktur TI di awasi oleh sistem terintegrasi, evaluasi personil dilakukan sesuai dengan KPI dan sudah dikembangkan pendekatan balance scorecard untuk pengukuran
kinerja.

ME4 Provide IT Governance
Salah satu tujuan PT KAI adalah penerapan tata kelola perusahaan yang termasuk didalamnya tata kelola teknologi informasi. Hal ini terlihat dengan pembentukan komite audit di tahun 2012, pembentukan IT Steering Committee dan perubahan struktur organisasi perusahaan. Perencanaan stratejik perusahaan juga sudah dituangkan kedalam RJPP perusahaan dan pendekatan BSC sudah digunakan untuk memetakan tujuan perusahaan beserta KPI.

Berdasarkan hasil pemetaan tujuan bisnis PT KAI dengan tujuan bisnis COBIT pada PT KAI terdapat 30 IT Process dan 183 Control Objectives yang teridentifikasi. IT Process dan Control Objectives yang teridentifikasi ini harus diperhatikan perusahaan dalam menjalankan tata kelola teknologi informasi.
Di PT KAI terdapat 4 proses pada level Managed and Measurable, 11 proses pada level defined, 11 proses pada level repeatable but intuitive dan 4 proses level pada level ad-hoc. Untuk dapat meningkatkan efektifitas tata kelola teknologi informasi perusahaan, manajemen dapat berfokus pada proses TI yang masih rendah (berada pada level ad-hoc dan repeatable but intuitive).



SARAN
Audit COBIT pada PT KAI di tahun 2013 sudah di terapkan dengan baik dan dapat dikatakan berada pada tingkatan Repeatable but intuitive, dimana proses telah dikembangkan hingga tahapan yang memungkinkan prosedur serupa dapat dilakukan oleh setiap orang untuk tugas yang sama. 







SUMBER:

Minggu, 24 Maret 2019

PENERAPAN ITIL (INFORMATION TECHNOLOGY INFRASTRUCTURE LIBRARY) PADA PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO).

Gambar: logo PT Kereta Api Indonesia(Persero)

PT.  Kereta  Api  Indonesia  (Persero)  merupakan  salah  satu  perusahaan  BUMN  yang  bergerak  dibidang jasa angkutan kereta api yang memerlukan upaya untuk meningkatkan pelayanan yang baik bagi pelanggan. Business value pada PT. Kereta Api Indonesia adalah layanan bagi pelanggan. Dalam peningkatan business  value pada  perusahaan,  maka  diperlukannya  sebuah  penerapan  ITSM  (IT  Service  Management). ITSM adalah layanan penyediaan pelanggan berkualitas dengan memastikan bahwa kebutuhan dan harapan pelanggan  terpenuhi  setiap  saat.  Dalam  pengelolaannya,  ITSM  mengacu  kepada  kerangka  kerja  ITIL (Information  Technology  Infrastructure  Library)  Versi  3  Tahun  2011  sebagai best  practice. Framework ITIL  sangat  tepat  digunakan  sebagai  panduan  untuk  mengembangkan  sebuah  tata  laksana  karena  memiliki sifat best practice dan memiliki library yang rinci untuk mengembangkan langkah-langkah lebih dalam.

  • Information Technology Infrastructure Library (ITIL).
Information Technology Infrastructure Library (ITIL) menyediakan kerangka kerja praktek terbaik yang komprehensif, konsisten dan koheren untuk manajemen layanan TI dan proses yang terkait melalui pendekatan berkualitas tinggi untuk mencapai efektivitas bisnis dan efisiensi dalam manajemen layanan TI, ITIL menyediakan kerangka kerja untuk tata kelola TI, dan pengelolaan dan pengendalian layanan TI. ITIL berfokus pada pengukuran terus-menerus dan peningkatan kualitas layanan TI yang disampaikan, baik dari sisi bisnis dan perspektif pelanggan. Terdapat 5 domain pada ITIL yaitu:
1.       Service Strategy
Domain ini menjelaskan pengembangan strategi untuk mengubah manajemen service TI menjadi sebuah aset strategis dari organisasi.

Guna meningkatkan mutu pelayanan transportasi kereta api, PT KAI sudah melakukan inovasi secara continue dengan mengeluarkan berbagai kebijakan. Kebijakan tersebut diantaranya penghapusan karcis peron, pemberian nama dalam tiket, pemberlakuan satu tiket satu penumpang (boarding passenger), semakin fleksibelnya waktu pemesanan dan berbagai fasilitas kemudahan dalam mendapatkan tiket seperti pemesanan melalui contact center 121, Indomaret, Alfamart dan stasiun KA yang sudah terpasang fasilitas online. Hal ini sesuai dengan pendapat Gaspersz (1997: 23) bahwa aparatur pelayanan harus menciptakan kepuasan total pelanggan dengan cara memperhatikan dan mewujudkan dimensi atau atribut kualitas jasa seperti kemudahan mendapatkan pelayanan, ketepatan waktu pelayanan, kelengkapan, akurasi pelayanan, dan kenyamanan dalam memperoleh kenyamanan.
2.       Service Design
Domain ini menjelaskan pengembangan panduan manajemen layanan TI berdasarkan strategi yang sudah dikembangkan sebelumnya pada tahap Service Strategy, selain itu panduan dibandung berdasarkan policy yang berlaku dalam organisasi dan sebagai pemenuhan kepuasan pelanggan.
Domain service design sendiri memiliki delapan buah proses didalamnya, yaitu Service Design Coordination, Service Catalogue Management, Service Level Management, Availability Management, Capacity Management, Service Continuity Management, Information Security Management, Supplier Management.

Namun PT Kereta Api Indonesia (persero) menyatakan bahwa masih belum memiliki proses service catalogue management dan service level management.
proses service catalogue management dan service level management.

3.       Service Transition
Domain ini menjelaskan proses transisi dari tata kelola yang lama menjadi tata kelola yang baru yang sudah dikembangkan pada tahap Service Design dan direalisasikan pada Service Operation dengan mengontrol risiko kegagalan.

4.       Service Operation
Domain ini menjelaskan langkah-langkah best practice untuk melakukan manajemen service TI. Pada domain Service Operation yang terfokus kepada Incident Management dan Problem Management .Sedangkan studi lapangan dilakukan dengan melaukan observasi dan peninjauan langsung pada layanan angkutan penumpang di PT Kereta Api Indonesia (Persero) .

domain Service Operation meiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa layanan dan manfaat dari value yang telah dirancang benar benar sampai kepada user dan pelanggan. Dalam konteks pengelolaan insiden dan masalah, Service Operation berusaha memberikan kepastian bahwa semua pengguna layanan TI bisa menggunakan layanan yang disediakan dengan gangguan sekecil mungkin mengacu kepada Service Level Agreement yang telah dibuat sebelumnya dalam tahapan Service Design. Insiden yang terjadi di PT Kereta Api Indonesia sendiri digolongkan menjadi dua kategori yaitu insiden operasional TI dan insiden operasional non-TI. Insiden dalam kategori operational TI contohnya adalah adanya gangguan dalam sistem penjualan tiket online atau disebut Rail Ticketing System (RTS) seperti tidak dapat mencetak tiket fisik di stasiun kereta, kegagalan sistem IT untuk membuat penjadwalan Kereta Api baru, kegagalan sistem untuk membuka KA baru,dan Double seat passanger. Insiden insiden tersebut harus ditangani secara tepat dan cepat agar tidak terjadi secara terus menerus hingga akhirnya mengarah kepada suatu Problem yang besar dan membuat keseluruhan sistem penjualan tiket online benar benar down.
5.       Continual Service Improvement
Domain ini menjelaskan Peningkatan Layanan Berkelanjutan. Dalam domain ini melingkupi
·   Service Review : Untuk meninjau layanan bisnis dan layanan infrastruktur secara teratur. Tujuan dari proses ini adalah untuk meningkatkan kualitas layanan bila diperlukan, dan untuk mengidentifikasi cara yang lebih ekonomis dalam menyediakan layanan jika memungkinkan.
·   Process Evaluation : Untuk mengevaluasi proses secara teratur. Ini termasuk mengidentifikasi area di mana metrik proses yang ditargetkan tidak tercapai, dan memegang benchmarking, audit, penilaian jatuh tempo dan ulasan berkala.
·   Definition of CSI Initiatives : Untuk menentukan inisiatif spesifik yang ditujukan untuk meningkatkan layanan dan proses, berdasarkan hasil tinjauan layanan dan evaluasi proses. Inisiatif yang dihasilkan adalah inisiatif internal yang dikejar oleh penyedia layanan atas namanya sendiri, atau inisiatif yang memerlukan kerjasama pelanggan.



Pada Domain Service Design PT Kereta Api Indonesia (persero) menyatakan bahwa masih belum memiliki proses service catalogue management dan service level management. proses tersebut dianggap penting karena peran utama sebagai sarana penghubung antara penyedia layanan TI dengan pelanggan dan penggunanya dalam mencapai kesepakatan tingkat layanan baik berupa kontrak maupun pelaksanaannya.


sumber: 
  1. https://docplayer.info/34005993-Perancangan-service-design-pada-layanan-angkutan-penumpang-pt-kereta-api-indonesia-persero-menggunakan-framework-itil-versi-3.html
  2. https://www.academia.edu/29581178/STRATEGI_PT._KERETA_API_INDONESIA_KAI_DALAM_MENINGKATKAN_PELAYANAN_TRANSPORTASI_KERETA_API_STUDI_KASUS_DI_KANTOR
  3. https://anzdoc.com/perancangan-service-operation-pada-layanan-angkutan-penumpan.html



Jumat, 28 Desember 2018

Inovasi SI & New Technology: [REVIEW] Teknologi IT Bidang Kesehatan



Kesehatan merupakan bidang yang dari masa ke masa semakin dikembangkan tentang pengobatan dan juga peralatan medis yang sekarang sudah berbasis teknologi. Seperti yang kita tahu bahwa dijaman “melek” teknologi seperti saat ini, teknologi merupakan hal penting yang tidak mungkin terlepas dari keseharian banyak orang. Di dunia kesehatan pun, teknologi semakin dikembangkan untuk mempermudah proses pengobatan, penelitian virus atau penyakit baru dan lain – lainnya. Bahkan terdapat beberapa alat kesehatan yang kemudian menjadi tren dalam dunia kesehatan. Berikut beberapa perkembangan teknologi di bidang kesehatan diantaranya 

  • HoloLens


Hololens merupakan rangkaian hardware dan software berbasis teknologi ‘hologram’ yang membuka cakrawala baru di ranah ilmu pengetahuan, hiburan multimedia, berkarya dan mendesai, hingga gaming. Di bidang kedokteran, biasanya mahasiswa mempelajari anatomi dan cara tubuh bekerja dari ilustrasi (atau andai memungkinkan, dari jenazah). Tetapi badan manusia tercipta tiga dimensi. Itulah solusi yang diberikan oleh HoloLens. Profesor Mark Griswold menyampaikan, HoloLens mampu menyajikan penampang 3D seluruh tubuh, luar dan dalam, secara detail serta interaktif. Tulang, organ, pembuluh darah, jaringan otot, hingga kulit bisa diakses satu per satu. Selanjutnya kita disuguhkan kendali manipulasi objek-objek digital tersebut: di-setting transparan, ‘dipotong’ vertikal atau horisontal, hingga dilihat dari berbagai sisi. Hal ini sebelumnya sama sekali tidak bisa diterapkan pada orang hidup, serta organ vital semisal jantung, paru-paru, otak, dan lain-lain.


  • Plastic Warpping



Semakin berkembangnya dunia teknologi pasti berpengaruh juga terhadap mesin-mesin yang digunakan untuk perawatan kecantikan. Berbagai macam cara ditawarkan untuk wanita yang ingin memiliki tubuh tanpa lemak ini. Tapi di antara banyak treatment pelangsingan, mungkin Anda akan tertarik ingin mencoba perawatan satu ini. Karena sangat praktis, tanpa rasa sakit dan tentunya tidak memiliki efek samping.

Perempuan kini kerap disibukkan dengan karir, sehingga terkadang lupa untuk merawat tubuh. Anda bisa langsung datang ke pusat perawatan tubuh untuk membentuk tubuh agar terlihat ramping. Terletak di bilangan Jakarta.
Tempat ini menawarkan sejumlah fasilitas pembentukan tubuh melalui konsultasi dokter. Dokter spesialis estetika ini akan menentukan berapa berat badan pelanggan. Perawatan bernama body wrap ini tergolong aman karena menggunakan teknologi mutakhir asal Eropa yang menggunakan plastik khusus.

"Dia lebih ke alat misalnya untuk pengurusan kita menggunakan 3 tahap. Jadi pertama kita menggunakan program mesin LPG integral, yaitu kombinasi teknologi ultrasound dan cavitation dari mesin new efficient wave sonic cavitation. Setelah kita pakai mesin LPG kita akan mengoleskan krim khusus, baru kita balut dengan yang namanya plastic wrapping. Biasanya orang luar mengenalnya dengan wrapping, tapi kita disini menyebutnya dengan plastic wrapping, menggunakan plastik tapi khusus untuk body." papar Dokter Estetika, Lia Anzelina

Proses pembakaran lemak dan pembentukan badan lewat alat LPG ini yang mampu menghancurkan lemak secara simultan di tiga lapisan utama serta efektif memperindah lekuk tubuh, dilakukan dengan menempelkan alat langsung ke bagian tubuh yang ingin dibentuk. Cara unik menggunakan ramuan bahan tertentu dioleskan ke seluruh tubuh, lalu membungkusnya dengan plastik yang tujuannya adalah untuk shaping atau pembentukan lekuk tubuh. Dan bagian akhir yaitu bagian tubuh yang sudah dibungkus akan ditutup selimut panas yang tujuannya untuk optimalisasi pembakaran lemak.

  •  PCR (Polymerase Chain Reaction)


Polymerase Chain Reaction (PCR) adalah metode untuk amplifikasi (perbanyakan) primer oligonukleotida diarahkan secara enzimatik urutan DNA spesifik. Teknik ini mampu memperbanyak sebuah urutan 105-106-kali lipat dari jumlah nanogram DNA template dalam latar belakang besar pada sequence yang tidak relevan (misalnya dari total DNA genomik). PCR memungkinkan adanya perbanyakan DNA antara dua primer, hanya di dalam tabung reaksi, tanpa perlu memasukkannya ke dalam sel (in vivo). Pada proses PCR dibutuhkan DNA untai ganda yang berfungsi sebagai cetakan (templat) yang mengandung DNA-target (yang akan diamplifikasi) untuk pembentukan molekul DNA baru, enzim DNA polimerase, deoksinukleosida trifosfat (dNTP), dan sepasang primer oligonukleotida. PCR melibatkan banyak siklus yang masing-masing terdiri dari tiga tahap berurutan, yaitu pemisahan (denaturasi) rantai DNA templat, penempelan (annealing) pasangan primer pada DNA target dan pemanjangan (extension) primer atau reaksi polimerisasi yang dikaalisis oleh DNA polimerase.
Polymerase Chain Reaction (PCR) dapat digunakan untuk:
  1. Amplifikasi urutan nukleotida
  2. Menentukan kondisi urutan nukleotida suatu DNA yang mengalami mutasi
  3. Bidang kedokteran forensik
  4. Melacak asal-usul sesorang dengan membandingkan “finger print”. 

  • Phiteras


“Π-teras” merupakan produk yang digunakan untuk membantu proses terapi penyembuhan para pasien Lumpuh Parsial setelah mengalami Stroke (post stroke). Keunggulan Produk  ini adalah  merupakan satu-satunya Alat terapi kelumpuhan parsial pada lengan post stroke dengan berbasis Gamification. Alat terapi yang disertai permainan dalam proses terapi serta dapat dioperasiakan secara mandiri oleh pasien post stroke tanpa bantuan orang lain atau dokter dalam proses terapi. Alat terapi ini bersifat Mobile sehingga dapat dibawa kemana-mana serta mudah dalam penggunaannya. Serta lebih murah dibanding dengan produk kompetitor yang merupakan produk buatan asing. Selain itu dengan menggunakan produk ini, maka pasien dapat melakukan proses terapi di rumah tanpa harus pergi ke rumah sakit dalam proses terapi penyembuhan.




Sumber :
  1. https://www.idntimes.com/science/discovery/threedots/5-teknologi-terbaru-di-bidang-medis-ini-keren-banget-c1c2
  2. https://dailysocial.id/post/microsoft-perlihatkan-potensi-hololens-dalam-ilmu-medis
  3. https://youtu.be/UT1jBYMTXrE 
  4. https://www.google.com/amp/s/m.vemale.com/amp/kesehatan/78035-mau-langsing-ini-treatment-baru-yang-aman-tanpa-sakit-dan-tanpa-efek-samping.html 
  5. https://www.google.com/amp/jambi.tribunnews.com/amp/2018/07/13/ampuh-turunkan-berat-badan-tanpa-diet-dengan-perawatan-cavitation
  6. http://phiteras.com/about/
  7. https://mahmuddin.wordpress.com/2010/08/31/polymerase-chain-reaction-pcr/


AUTHOR:
10117520 - Alifianty Rizki Chaerunnisa
10117641 - Anak Agung Rizki Darmayan
14117312 - Muthia Bella Savira
14117908 - Raihana Mahira

Minggu, 28 Oktober 2018

APA ITU CLOUD COMPUTING,MOBILE COMPUTING,UBIQUITOUS COMPUTING,NANOSCIENCE,GRID TECHNOLOGY???

selama ini mungkin kita hanya mengetahui aplikasi/barang dari suatu teknologi ternyata teknologi mempunyai kategori yaitu mobile computing,cloud computing,nano science apa lagi grid tecnology,so.. hari ini saya akan menjelaskan tentang kategori teknologi tersebut dari segi pengertian,layanan,metode yang digunakan apa saja yang termasuk dalam teknologi tersebut.

Hasil gambar untuk cloud computing
Gambar1: model cloud computing

CLOUD COMPUTING

Pengertian 
secara teknis pengertian cloud computing adalah banyak server yang saling terhubung yang digunakan untuk menyediakan sumber daya oleh setiap penggunanya bersama. sumber daya ini dapat berupa aplikasi(software),penyimpanan(storage),data,dan lain-lain.

Fungsi
Cloud computing digunakan untuk memindahkan setiap layanan yang digunakan sehari-hari menjadi media internet dan bukan lagi disimpan dalam internal.

Metode/Cara Kerja
Berbagai perangkat yang terhubung ke jaringan cloud computing seperti PC,laptop,smartphone,dan sebagainya,akan memiliki semua data beserta program pada hosting dan terhuibung setiap saat serta dapat digunakan dimanapun selama memiliki koneksi internet. Layaknya menginstal program sendiri di PC,program yang sama dapat diakses sebagai aplikasi layanan web yang dapat diakses melalui web browser.

Layanan 
Dibagi dalam 3 macam:

Software as a Service (SaaS)
layanan teknologi cloud computing mengenai pemakaian software yang telah disediakan. contoh:
  • layanan E-mail publik (outlook mail,Gmail,YahooMail,Gmail,dsb),social network(Facebook,Twitter,dsb),
  • Perangkat lunak yang dahulu harus install dalam PC,mulai dapat dinikmati lewat cloud computing.contohnya :(Microsoft Office yang diedarkan dalam bentuk Ofiice 365,Adobe Suite yang bisa digunakan lewat adobe creative cloud,dan masih banyak lagi).
Platform as a service(PaaS)
layanan teknologi cloud yang dapat menyewakan sistem operasi,network,database engine,framework aplikasi,dan lainnya untuk menjalankan aplikasi yang kita buat seperti tradisional hosting. contoh:
  • Amazon Web Service
  • Windows Azure
Infrastructure as a Service(IaaS)
Cloud computing dapat memberikan layanan infrastruktur IT (komputasi, storage, memory, network, dsb). Dapat diartikan sebagian besar unit komputasi seperti (CPU), penyimpanan data (storage), memory (RAM), bandwith dan lain-lainnya dapat disewa. Contoh penyedia layanan IaaS adalah:
  • Windows Azure
  • Amazon EC2
  • TelkomCloud
  • BizNetCloud, dan sebagainya

Mobile Technology
Gambar2:mobile computing

MOBILE COMPUTING

Pengertian
Mobile Computing biasa di istilahkan dengan komputasi bergerak,mengacu pada real-time,koneksi nirkabel antara perangkat mobile dan lingkungan komputasi lain,seperti internet dan intranet dan memiliki dua karakteristik utama yang membedakannya dari bentuk-bentuk lain komputasi, yaitu mobilitas dan jangkauan luas.

Metode/Cara Kerja
Dua prinsip kerja utama mobile computing yang membedakannya dari arsitektur komputasi yang lain,yaitu menggunakan virtualisasi dan provisioning.

  • virtualisasi yaitu meniadakan koneksi secara fisik antara penyedia dan konsumen.
  • provisioning yaitu sebagai bagian dari mobile computing berarti bahwa system menentukan bagaimana cara memenuhi kebutuhan konsumen seiring dengan mengoptimasi jalannya sistem secara keseluruhan.
Produk
contoh aplikasi mobile computing yaitu : E-commerce,WhatsApp,BBM(Blackberry Messenger)

Hasil gambar untuk UBIQUITOUS COMPUTING
Gambar3:model UBIQUITOUS COMPUTING

UBIQUITOUS COMPUTING

Pengertian
ubiquitous computing bisa disebut computasi dimana-mana.
Mark Weiser menjelaskan Ubiquitous Computing merupakan sebuah model/konsep interaksi manusia-komputer yang paling canggih dan modern,dimana proses informasi keduanya di integrasikan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini,sesorang yang "menggunakan" ubiquitous computing melibatkan banyak sistem komputasi berikut device(peralatan/mesin)-nya, namun secara tidak sadar dia menggunakan peralatan tersebut dikarenakan sudah sangat membaur dengan lingkungannya. Model seperti ini adalah pengembangan dari paradigma dekstop computing.

Metode
salah satu sistem ubiquitous computing pertama adalah "Live Wire" milik Natalie Jeremijenko. Merupakan sebuah tali yang dipasangkan ke sebuah stepper motor dan dikendalikan melalui koneksi LAN yang menyebabkan tali tersentak/menegang sesuai kondisi dan traffic jaringan.

Produk
Contoh produk Ubiquitous Computing yaitu telephone selular,digital audio player,GPS, dan interactive whiteboard, tidak hanya itu Mark Weiser mengenarlkan tiga bentuk dasar dari mesin Ubiquitous Computing yaitu tab,pad,board.

Gambar terkait
Gambar4:Nanotechnologi

NANOSCIENCE

Pengertian
Nanoscience adalah studi tentang struktur dan mataerial pada skala nanometer.

Metode
Karena struktur nano sangat kecil,metode khusus diperlukan untuk memproduksi objek dalam kisaran ukuran ini. Para ilmuwan menggunakan balok elektron atau ion untuk fitur sekecil 25 nanometer ke dalam logan, silikon dan bahan berbasis karbon. Selain terbentuk pada permukaan material padat,struktur nano juga dapat dibentuk dalam cairan dan gas untuk menghasilkan nanofibers,nanocrystal dan quantum dots,beberapa berukuran sekecill nanometer. Para ilmuwan bahkan belajar bagaimana membangun struktur tiga dimensi pada skala nano. Disebut sistem nano-elektro mekanis,atau NEMS.

Produk
NEMS suatu hari dapat digunakan seperti robot mikroskopis untuk melaksanakan tugas yang terlalu kecil bagi manusia untuk dilakukan sendiri.
Inovasi seperti kain tahan noda yang terinsiprasi oleh fitur nano yang ditemukan pada tanaman teratai dan hard drive komputer,yang menyimpan informasi pada strip magnetik yang tebalnya hanya 20 nanometer.

Hasil gambar untuk grid technology adalah
Gambar5:GridTecnology

GRID TECHNOLOGY

Pengertian
Grid technology atau komputasi grid adalah arsitektur prosesor yang menggabungkan sumber daya komputer dari berbagai domain untuk mencapai tujuan utama. Dalam komputasi grid,komputer di jaringan dapat mengerjakan tugas bersama,sehingga berfungsi sebagai superkonduktor.

Metode
Grid terhubung oleh node paralel yang membentuk kluster komputer,yang berjalan pada sistem operasi,Linux atau perangkat lunak bebas. Cluster dapat bervariasi dalam ukuran dari stasiun kerja kecil ke beberapa jaringan.
Operasi Grid umumnya diklasifikasikan menjadi dua kategori:
  • Data Grid: Sebuah sistem yang menangani kumpulan data terdistribusi besar yang digunakan untuk manajemen data dan berbagi pengguna yang dikontrol. Ini menciptakan lingkungan virtual yang mendukung penelitian yang tersebar dan terorganisasi.
  • CPU Scavenging Grids: Sistem pemulung siklus yang menggerakkan proyek dari satu PC ke PC lain sesuai kebutuhan. CPU pemulung yang familiar adalah pencarian untuk perhitungan intelijen luar angkasa, yang mencakup lebih dari tiga juta komputer.
    Komputasi grid distandarkan oleh Global Grid Forum dan diterapkan oleh Globus Alliance menggunakan Globus Toolkit, standar de facto untuk middleware grid yang mencakup berbagai komponen aplikasi.
Produk
Teknologi ini diterapkan untuk berbagai aplikasi,seperti matematika, ilmiah, atau tugas pendidikan melalui beberapa sumber daya komputasi.
layanan web seperti ATM perbankan,infrasturktur back-office,dan penelitian ilmiah atau pemasaran.

Nah sudah pahamkan tentang teknologi-teknologi tersebut,jadi jangan sampai salah kategori ya..☺


sumber: